Jumlah Provinsi di Indonesia Dari Merdeka Sampai Saat Ini

source : geografi.org

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan penuh keanekaragaman, mulai budaya, suku bangsa, ras, etnis, agama hingga bahasa daerah. Keanekaragaman tersebut tersebar di berbagai provinsi. Dengan mempunyai wilayah yang sangat luas, Indonesia kini terdiri dari 34 provinsi. Adapun total luas wilayah Indonesia saat ini adalah 5.180.083 km2, yang mencakup daratan dan lautan. Kepulauan Indonesia terdiri dari lima pulau besar dan 30 kelompok pulau dan pulau kecil, dengan sekitar 6.000 pulau dihuni. Kelima pulau besar di Indonesia ialah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Di sisi lain, mengetahui daftar provinsi di Indonesia bisa menambah wawasan tentang Nusantara. Jumlah Provinsi di Indonesia ada 34 provinsi yang terdapat di berbagai pulau saat ini. Namun di awal pemerintahan Indonesia yang pertama kali setelah merdeka, provinsi di Indonesia hanya berjumlah 8 Provinsi. Hal ini disebabkan bahwa pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki lembaga pemerintahan yang lengkap seperti sekarang ini. Setelah merdeka, dilaksanakan sidang pertama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia(PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, yang menetapkan Ir. Soekarno sebagai Presiden  Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Indonesia.

Dalam sidang PPKI tersebut ditetapkan berbagai ketetapan Negara. Salah satunya penetapan Provinsi di Indonesia. Sidang tersebut menetapkan bahwa wilayah Indonesia terdiri dari delapan provinsi.

Delapan provinsi itu adalah

  1. Sumatra
  2. Borneo
  3. Jawa Barat
  4. Jawa Tengah
  5. Jawa Timur
  6. Sulawesi
  7. Maluku
  8. Sunda Kecil

Selain 8 Provinsi di atas ditetapkan pula dua daerah istimewa yakni Daerah Istimewa Surakarta  dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keistimewaan daerah ini didasarkan atas pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Pakubuwono II pada 1 September 1945 yang menggabungkan wilayah negerinya sebagai sebuah daerah istimewa setingkat provinsi lalu disusul Yogyakarta pada 5 September 1945. Pada masa pergerakan kemerdekaan, Indonesia mengalami perubahan wilayah akibat kembalinya Belanda untuk menguasai Indonesia dan sejumlah negara bagian dibentuk Belanda dalam wilayah negara Indonesia.

Pada tahun 1949-1950, yaitu pada masa Republik Indonesia Serikat,  berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat, yang terdiri dari 15 negara bagian. Beberapa bulan kemudian, sejumlah negara-negara bagian menggabungkan diri ke negara bagian Republik Indonesia. Setelah berakhirnya masa Republik Indonesia Serikat, pada tanggal 17 Agustus 1950, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan yaitu masa orde lama. Perkembangan pemekaran wilayah Indonesia pada kurun waktu 1950-1966 terdiri dari 24 provinsi.

Kemudian pada masa Orde Baru terjadi kembali beberapa kali pemekaran daerah, antara lain:

  • Tahun 1967 Provinsi Bengkulu dimekarkan dari Provinsi Sumatra Selatan.
  • Tahun 1969 Irian Barat secara resmi menjadi Provinsi ke-26 Indonesia.

Pada tahun 1969-1975, jumlah provinsi di Indonesia adalah 26 provinsi, dua diantaranya berstatus Daerah Istimewa (Aceh dan Yogyakarta) dan satu provinsi berstatus Daerah Khusus Ibukota (Jakarta).

  • Tahun 1976, Timor Timur menjadi bagian dari Indonesia sebagai Provinsi ke-27. Sehinggajumlah provinsi di Indonesia menjadi 7 Provinsi.

Di era reformasi yaitu pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan berada dibawah PBB hingga merdeka penuh.  Sehingga Indonesia kembali memiliki 26 provinsi.  Pemekaran wilayah terus berlanjut sampai sekarang. Hal ini karena jumlah penduduk dan laju pertumbuhan, pendidikan, transportasi, serta struktur mata pencaharian terus berkembang. Perkembangan tersebut akan mempengaruhi suatu wilayah untuk melakukan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung untuk pengembangan wilayah dengan segala fasilitasnya. Dan saat inijumlah provinsi di Indonesia adalah 34 Provinsi, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Leave a Comment