Hukum Membaca Doa Ziarah Kubur Dan Bacaannya

Dibaca Saat Nyekar, Ini Bacaan Doa-Doa Ziarah Kubur Singkat

Bagi anda yang memiliki kerabat atau sahabat yang sudah meninggal dunia, tentunya berziarah ke kuburannya menjadi salah satu cara untuk tetap mendoakannya. Sebenarnya berziarah kubur secara langsung memang tidak diwajibkan, kita bisa saja mendoakan orang yang sudah meninggal dunia dimanapun dan kapanpun. Hanya saja dengan berziarah kubur secara langsung dianggap menjadi salah satu pengingat bagi seorang muslim bahwa kelak akan seperti itulah tempatnya di akhir kehidupan di dunia tanpa membawa embel-embel apapun, semua kalangan sama ketika sudah meninggal dunia kelak. Saat kita sedang melakukan ziarah kubur ada tentunya hal utama yang dilakukan yaitu membaca doa ziarah kubur, karena hanya doa itulah satu-satunya yang bisa kita hadiahkan kepada orang yang sudah meninggal agar almarhum/almarhumah diampuni segala dosanya dan dilapangkan kuburnya oleh Allah SWT. Sebelum hendak melakukan ziarah kubur ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut.

Sebelum mengetahui doa ziarah kubur alangkah lebih baik jika kita mengetahui hukum dari berziarah kubur, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah yang mengatakan “(Dahulu) Aku melarang kalian semua untuk berziarah kubur, (sekarang) ziarahlah kalian semua ke kuburan, sesungguhnya berziarah kubur membuat kalian semua mengingat akan kematian.” (HR.Ibnu Majjah). Hal lain yang perlu diingat saat melakukan ziarah kubur yaitu kita hanya perlu mendoakan orang yang sudah wafat agar diampuni dosanya oleh Allah SWT, jangan sampai kita berziarah kubur untuk memanjatkan doa apalagi meminta agar dikabulkan hajatnya saat berziarah ke makan Kyiai atau Ulama. Berikut ini merupakan doa ziarah kubur yang bisa anda bacakan :

“A’udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.

“Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu wa akrim nujulahu wawasi’ madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa ‘aidhu min ‘adzabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba’dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil ‘aalamiin.”

Artinya : “ Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

“Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Leave a Comment